12/04/11

Surat Langit

Ostirala, 25th Martxoaren 2011

Dear Eguzkia, the eye of the world,
Dear Hilabeteko,the satelite of the earth, 

Apa kabar kawanku? Hey, Matahari. Hey, Bulan. Masih ingatkah kau padaku? Si lapis tua biru ini?
Masihkah kalian bertengkar? Berbalik punggung?Bergilir berganti shift tanpa sekalipun berteguran? Apakah hanya dua detik per bulan kalian berpandang satu sama lain? 

Oh, sudahlah. Hukum Izaera. Si Alam itu memang selalu berubah pikiran. Tapi Eguzkia, aku mohon. Jangan dulu padam. Tariklah para Planeta mendekatimu. Hanya kehangatanmulah yang ditunggu orang Bumi pagi siangnya.

Ah, ya. Kau, Hilabeteko, bagaikan cermin Matahari. Indah, suci, dan jika dilihat dari Bumi, kau hanyalah sebesar kepalan tangan. Kau dan Matahari membuat ozeana  Bumi tampak bersujud pasang surut.

Hey, masihkah kalian berdua berhubungan dengan Takdir? Aku sedang gelisah. Bisakah aku minta tolong? Sampaikan padanya:
'Jika memang aku tak pantas memiliki, tolong ambil itu segera dariku, sebelum aku terlalu menyanyanginya. Aku pasti tak akan sanggup melepaskan sesuatu setelah inti partikelku tersentuh sesuatu yang selembut, semanis, dan tiada bandingnya seperti itu.'
 Dia pasti akan langsung tahu maksudku. Juga katakan padanya aku menunggu jawabnya.

Ah, aku sudahi dulu ya, kawan. Tetap semangat bekerja ya, kawan! Kalau tidak Dewi pemarah itu akan marah. Dia memang sudah tua, dan dia semakin tua, semakin tuli. Tak bisa mendengar dengan jelas apa alasan kita, para petugas Tata Surya, jika melakukan kesalahan. Tapi aku rasa ia hanya mengarang dirinya tuli.

Sudah ya kawan, sampai jumpa!

Salam,

Zerua Sky

Tidak ada komentar:

Posting Komentar