Teknologi ada
karena manusia ada. Teknologi tidak akan ada jika manusia tidak memiliki rasa
untuk membuat hal-hal baru demi kebutuhan hidupnya. Pernyataan tersebut bahkan
bisa dibalik pula menjadi manusia tidak akan lahir dan tetap hidup jika
teknologi tidak diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Menurut
seseorang yang menulis di Wikipedia, Teknologi adalah keseluruhan sarana
untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia. Itu artinya dapat disimpulkan bahwa teknologi mencakup
ruang lingkup yang luas. Maksudnya, teknologi itu mengisi bagian sendi-sendi
kehidupan umat manusia. Teknologi yang banyak jenisnya itu mencakup sektor
pertanian, peternakan, ekonomi, komunikasi, industri, dan lain sebagainya.
Lalu, apa tujuan
teknologi-teknologi itu diciptakan? Hanya sekedar untuk memenuhi kehidupan saja
kah? Bagaimana dengan
Teknologi Cerdas
masa depan?
Suka kentang?
Suka keripik kentang? Tidak suka kentang tapi suka keripik kentang?
For your information, ternyata
keripik kentang yang bisa dikategorikan sebagai teknologi pangan itu secara tidak
sengaja diciptakan oleh seorang koki bernama George Crum. Di tahun 1853 ia
melakukan eksperimen di dapurnya setelah pelanggan-pelanggannya mengeluhkan
kentang goreng yang dibuatnya terlalu lembap dan tidak renyah. Crum lalu
memotong kentangnya setipis mungkin, kemudian menggorengnya dalam api besar,
lalu melumurinya dengan garam. Makanan ini ternyata mendapat sambutan hangat
dari para pelanggan Crum. Makanan yang dulu disebut sebagai
“Saratoga Chips”
karena diciptakan di daerah Saratoga Springs New York, ini menjadi populer dan
mulai menyebar luas ke seluruh Amerika. Bahkan saat ini makanan itu menjadi kesukaan
orang banyak di seluruh dunia.
 |
| http://deliciousbaking.blogspot.com |
Berdasarkan cerita
si Crum tadi kita dapat mengambil sebuah makna. Bukan makna cara membuat
keripik kentang yang enak. Bukan pula makna mendirikan bisnis keripik kentang. Makna
cerita di atas yaitu sebuah masalah jika disikapi dengan baik, masalah itu
justru membawa keuntungan, bahkan bisa mendatangkan rejeki. Masalah itu sendiri
dapat pula menjadi cikal bakal sebuah penemuan.
Well, tentu saja ada hubungannya. Mungkin
saja setelah membaca artikel ini para pembacanya jadi tergerak atau
terinspirasi akan membuat sebuah penemuan baru. Mungkin pula setelah artikel
ini diterbitkan masalah-masalah di Indonesia menjadi semakin pelik dan butuh
solusi sesegera mungkin. Mungkin pula kasus-kasus korupsi itu semakin menduduki
peringkat tinggi dalam masalah-masalah di Indonesia. Mungkin juga timbul
masalah lingkungan akibat menjamurnya jasa
laundry
yang tidak mengolah limbahnya sebelum dibuang. Mungkin juga dampak-dampak
radiasi antena HP mulai dirasakan umat manusia. Mungkin pula moralitas bangsa
menjadi semakin menurun bahkan mungkin sudah sejak usia dini mulai ada ketidak
jujuran yang dapat dengan mudah dijumpai jika ada anak yang sedang mencontek
atau sudah mengetahui soal ujian sebelum soal itu diberikan.
Dengan segala
kemungkinan akan masalah yang bisa timbul pada saat ini atau beberapa jangka
waktu ke depan, dan juga dengan kemungkinan adanya sumber daya manusia yang
bisa mencari solusi untuk setiap masalahnya, maka dapat terciptalah sebuah
Teknologi Cerdas di masa depan berupa suatu alat canggih yang bisa mencegah terjadinya
masalah-masalah tersebut. Bayangkan, jika misalkan ditemukan sebuah alat pendeteksi
niat akan melakukan kejahatan atau korupsi yang dipasangi sensor, kemudian alat
itu digabungkan dengan alat pembuat 3D hologram yang akan memunculkan hologram
sesorang yang dicintai sedang menasehati agar tidak melakukan tindak kejahatan,
maka terciptalah sebuah alat baru dengan judul “AKU TANPA KORUPSI” atau bisa
juga “DUNIA HAMPA TANPA KEBAIKAN”. Alat tersebut dapat mencegah siapa saja yang ingin berbuat jahat, apalagi korupsi. Keren nggak tuh?
 |
| http://sixooninele.blogspot.com |
Intinya,
Teknologi Cerdas masa depan itu
jangan diciptakan hanya untuk kesenangan, kenyamanan, dan keglamouran. Malah kalau
dilihat dari proyek-proyek masa depan perusahaan-perusahan penghasil teknologi,
kebanyakan produknya hanya ditujukan pada kaum elite dan borjuis yang sanggup
memilikinya. Teknologi yang seperti itu kurang merakyat, dan masih belum cocok
dengan negara-negara berkembang di Indonesia.
Hidup tanpa
teknologi bagai taman tak berbunga. Kalau mau berbunga, ya, ditanami bunga
dong, terus dirawat, disirami, nanti bunganya tumbuh kok. Betul? :)
Referensi :
http://mizan.com/news_det/5-penemuan-yang-tak-sengaja-diciptakan-manusia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
--karena template tidak mengaplikasikan banner sidebar--